
Belajar Bahasa Kampong Membuatku Ingin Menikah di Aceh Singkil
Singkilpost.com - sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Admin yang sudah menyediakan fasilitas untuk menulis aritikel di situs ini. Nama saya Kalisa saya berasal dari Aceh (Banda Aceh), saya tertarik dengan bahasa Aceh Singkil Sejak tahun 2007 itu tahun pertama saya masuk kuliah di salah satu Universitas di Kota Banda Aceh.
Kebetulan kontrakan saya bertetanggaan dengan orang Aceh Singkil, mereka berjumlah 4 orang, setiap hari saya mendengar celotehan mereka, apalagi jika mereka berbicara saat ditelphone, beda jauh logatnya dengan percakapan sehari-hari bersama teman-teman, mungkin karena ngomong sama orang tua, jadi agak lembut sedikit.
Satu kalimat yang paling akrab yang kerap saya dengar, "enggo ke mangan" saya tahu artinya setelah 2 minggu, "kalian udah makan" itupun saya tanya langsung ke mereka.
Saat Memasuki semester 3 ketertarikan saya semakin kuat saat melihat cowok-cowok Aceh Singkil, dulunya dalam benak saya, singkil itu jauh terpelosok namun anggapan saya itu dibantah teman, mereka menyatakan Aceh Singkil itu maju dan lebih dekat ke Medan dari pada Banda Aceh.
Saya juga melihat cowok mahasiswa Aceh Singkil kalau sudah naik motor rata-rata motor higth quality, penampilan mereka pun enggak canggung dan terkesan cool, unikya mereka tidak belepotan saat berbicara bahasa indo, beda dengan warga aceh daerah lainnya, bahasa indonya masih tak teuk tak etuk.. seperti saya.
Saya juga melihat cowok mahasiswa Aceh Singkil kalau sudah naik motor rata-rata motor higth quality, penampilan mereka pun enggak canggung dan terkesan cool, unikya mereka tidak belepotan saat berbicara bahasa indo, beda dengan warga aceh daerah lainnya, bahasa indonya masih tak teuk tak etuk.. seperti saya.
Saat saya PKL saya sudah punya banyak teman asal Aceh Singkil, baik teman nyata dan dunia maya, ada kejanggalan yang saya temukan, semua teman saya ini corak bahasanya beda-beda, logatnya juga berbeda dan lebih aneh lagi ada bahasa yang sama sekali tidak ada persamaan dari bahasa Aceh Singkil yang pertama kali saya kenal, bahasanya seperti bahasa padang.
Saya juga sempat punya teman cowok, dia mengaku asli kelahiran Aceh singkil tapi saya sering mendengar dia berbicara bahasa jawa..
Saya pernah berniat untuk belajar bahasa Aceh singkil tapi saat menyaksikan mereka-mereka ini saya malah bingung, bahasa yang mana yang saya harus pelajari. kagum bercampur bingung.
Tapi sekarang saya sudah bisa belajar bahasa kampong, bahasa kade-kade, sekarang saya tinggal di salah satu daerah gunung meriah Aceh Singkil, kebetulan saya juga sudah tinggal dan bekerja kabupaten ini, harapan saya juga bisa mendapat jodoh asli kalak kampong, entah kenapa saya sangat suka budaya bagahennya (pesta pernikahan), berhari-hari, beda dengan kami Aceh hanya satu hari tok di pelaminan.
source : kalisa@maniezz