singkilpost.com | Di Bulan Ramadhan banyak hidangan yang disajikan masyarakat untuk menyemarakkan bulan yang agung ini, setiap masyarakat di daerah memiliki ciri khas tersendiri dari penyediaan jenis hidangan makanan, semua punya khas masing-masing.
Kue Sepit dan Kembang Loyang adalah jenis kue paling populer di Aceh Singkil, kue yang selalu muncul di setiap bulan ramadhan, suka atau tidak namun kedua jenis kue ada hampir disetiap rumah masyarakat muslim di Aceh Singkil.
Kue Sepit dan Kembang Loyang Mulai Punah di Aceh Singkil

Kenapa ada hipotesa menyatakan Kue Sepit dan Kembang Loyang ini akan punah di tanah Aceh Singkil, ini dilihat dari kehebohan dan penyediaan kue ini semakin berkurang, entah karena masuknya pandatang baru atau mungkin masyarakat lebih minat terhadap jenis kue modern yang siap saji.
Kue Sepit, dalam bahasa aceh singkil disebut dengan "Kue Sapik" biasanya Proses pembuatan kue sepit ini dimulai sejak 15 hari ramadhan, uniknya pengolahan kue ini dilakukan dengan kebersamaan, saling membantu antar warga, biasnya sudah terjadwal dalam sebuah desa.
Sejak tahun 2009 kebersamaan ini mulai menurun di berbagai desa, penyediaan kue sepit tetap ada namun masyarkat lebih cenderung membeli atau membayar orang lain untuk membuat kue tersebut.
Selain kue sepit, jenis kue kembang loyang juga menurun, meskipun kue ini bisa dibuat seorang diri namun orang lebih suka membelinya dengan alasan menyita banyak waktu jika membuatnya sendiri di rumah, kebersamaan membuat kue di bulan ramadhan mulai berkurang dan hampir tidak ada di berbagai desa.
"Mungkin saja kue ini akan lenyap, hal ini bisa dilihat dari marakanya penjualan kue siap saji disetiap pasar, mungkin masyarakat di masa sekarang lebih suka instan dan tidak mau ribet"
Kue sepit dan kembang loyang adalah kue ideal bagi masyarkat Aceh Singkil, selain itu ada juga jenis lainnya seperti, kipang, loyang-loyang, sagu bakar dan lain-lain.
Selamat tinggal kue sapik kembang loyang...
Selamat tinggal kue sapik kembang loyang...