Singkilpost.com - Lain dulu lain sekarang, itulah kalimat yang tepat untuk harga sepetak tanah, seiring dengan perkembangan zaman dan menigkatkan populasi penduduk membuat harga tanah semakin meningkat secara signifikan, sebanarnya hal ini bukan hanya terjadi di Aceh Singkil saja namun di daerah lainnya juga demikian bahkan lebih tinggi.
Harga Tanah Semakin Meningkat di Aceh Singkil
Dalam bahasa Aceh Singkil istilah petak tanah biasanya disebut dengan petapaken, yang berarti sepetak ukuran tanah yang dimiliki seseorang secara resmi.
Sudah menjadi tabiat warga aceh singkil menjadikan tanah sebagai jaminan hidup, sewaktu-waktu akan dijual jika dibutuhkan, seperti tebusan hutang, biaya sekolah anak atau kebutuhan primer lainnya, tanah petapaken tidak akan dijual jika tidak mendesak.
Namun berdasarkan laporan dari pihak masyarkat, pihak Bank dan oknum lainnya menyatakan bahwa dalam 3 tahun belakangan ini penjualan tanah semakin meningkat secara signifikan, harga tanah semakin mahal, tidak disebutkan harga pastinya namun dinyatakan terus meningkat setiap tahunnya.
Tercatat di tahun 2014-2016 Jual beli tanah di pedesaan seperti membabi buta, tidak perduli siapa pembelinya dari luar daerah atau masyarakat lokal, para penjual merasa puas dengan kesepkatan harga, tidak heran jika banyak petakan-petakan tanah di pedesaan Aceh Singkil sudah dikuasai orang non pribumi (dari sumatra utara, sumatra barat dan daerah-daerah lainnya).
Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat juga butuh dana dalam membangun usaha mereka, jika ingin modal, mereka yang non pegawai hanya memiliki satu solusi yaitu menjaminkan tanah pada bank atau menjualnya, namun sungguh ironis hampir mencapai 60% masyarakat yang menjamiknan tanah diambil alih (disita) pihak terkait disebabkan usaha yang dibangun tidak mampu mengcover setoran pinjaman.
Dapat disimpulkan bahwa semua ini adalah unsur ekonomi masyarakat yang belum stabil. diharapkan masyarakat harus jeli dan tidak terpengaruh dengan iming-iming usaha yang belum jelas jalurnya.
