Singkilpost.com | Jika anda pernah berkunjung atau melewati daerah lipat kajang atas kecamatan simpang kanan, anda menemukan satu di persimpangan, simpang ini ada 3, jika anda dari arah subulussalam, simpang ke kanan menuju rimo dan singkil, simpang ke kiri menuju ke barus dan sibolga, melewati tugu ini merupakan lintas utama, tidak ada lagi jalur lain.

Sejenak tidak ada yang aneh dari model tugu lipat kajang atas ini, namun sangat membingungkan karena tidak mengikuti prosedur lalu lintas resmi, mungkin bagi penduduk setempat tidak ada masalah, namun bagi pendatang baru atau orang yang sudah terbiasa dengan lalu lintas kota kerap mengalami kebingungan saat melintasi tugu ini bahkan tidak jarang terjadi kecelakaan kecil.
Sejatinya jika ada tugu di persimpangan setiap pengendara wajib mengitari bundaran tugu dan berbelok ke simpang yang dituju, namun tugu yang satu ini tidak begitu, jika anda berada dari arah subulussalam menuju singkil anda tidak perlu mengitari tugu langsung saja anda belok kanan, jika anda mengitari tugu seperti diperkotaan maka anda bisa saja berpapasan dengan pengendara dari arah rimo.
Selain itu, persimpangan ini juga tidak luas sehingga potensi kecelakaan semakin rentan terjadi belum lagi jika ada binatang ternak yang berkeliaran.
Menurut pengakuan warga, setiap waktu kendaraan besar melalui simpang tugu ini, karena memang ini jalur nasional, ditambah lagi armada bus trayek Medan-Sibolga, Singkil-barus, penjemputan dan perintisan penumpang trayek Banda Aceh-Panden Sari/biskang.
Ada yang mengitari tugu ada yang belok langsung, sering terjadi insiden menegangkan (nyaris adu kambing), suara klakson yang keras dari para pengendara untuk mengingatkan pengendara lain.
Seharusnya tugu ini harus dioptimalkan mengikuti prosedur resmi agar tidak membingungkan pengendara. untuk para pengendara harap berhati-hati dan mengurangi kecepatan di jalur tugu lipat kajang atas.
0 Response to "Tugu Lipat Kajang Membingungkan Pengendara"